Rabu, 17 Februari 2010

Apakah Ikan Tidur????


SEBAGIAN di antara kita sering kali tergelitik oleh pertanyaan, apakah sepanjang hidupnya ikan pernah tidur? Jika memang ya, lantas bagaimana mereka bisa tidur, mengingat selama hidupnya mereka harus berada di dalam air?
Pada dasarnya, setiap makhluk hidup harus beristirahat dan tidur. Menurut majalah yang pernah aku baca, ada dua teori dasar yang menyatakan bahwa:
1. Tidur mempunyai fungsi restorasi yaitu membantu mengembalikan kondisi tubuh akibat lelah bekerja.
2. Tidur memiliki fungsi adaptif yaitu berguna untuk menghemat energi.

Demikian juga dengan ikan. Jika tidak, ikan bisa menjadi lemah dan bahkan mati. Meski demikian, terdapat perbedaan antara tidur ikan dan manusia, termasuk cara, kapan, dan berapa lama ikan-ikan harus tidur. Saat tidur, ikan juga tidak bisa menutup matanya karena memang tidak punya kelopak mata. Kesamaannya hanya pada kebutuhan akan tempat yang aman dan nyaman. Biasanya, ikan tidak tidur di tempat tertentu, misalnya di sarang. Ikan bisa tidur di sebarang tempat, asalkan cocok.
Jika kebetulan di rumah punya akuarium dengan ikan mas di dalamnya, perhatikanlah saat ikan-ikan tersebut diam tak bergerak di dasar akurium pada malam hari. Itulah cara ikan mas tidur. Mereka beristirahat di malam hari, berbeda dengan serowot yang tidur pada siang hari dan aktif pada malam hari.

Beberapa jenis ikan juga punya perilaku yang unik saat mereka tidur. Ikan baronang misalnya, tidur pada malam hari dengan cara miring di celah bebatuan. Ikan karper eropa tidur malam hari di dalam “taman karang” idamannya, sedangkan ikan sidat gusi tidur di pasir pada siang hari dengan kepala menyembul. Pada malam hari sidat gusi justru berkeliaran mencari pakan.

Beberapa jenis ikan bisa pada keadaan diam sama sekali yang bisa disebut tidur. JIka ikan bergerak ke tempat persembunyiannya untuk istirahat, tubuhnya membutuhkan pengurangan aktifitas dan menghindar untuk makan.

Seorang penyelam di tengah malam dapat mengangkat sebongkah bunga karang hidup bersama ikan yang sedang tidur diantara gerombolan bunga karang itu dan ikan ini tidak merasa terganggu sampai di permukaan air dimana ia terbangun. Di dalam akuarium juga dapat dilihat jika kita mematikan lampu penerangan di akuarium, maka ikan-ikan yang ada di dalamnya akan istirahat selama lampu dimatikan dan akan segera terbangun jika lampu dihidupkan. Tetapi kebanyakan ikan tidak mempunyai kelopak mata sehingga sulit untuk mengatakan dia tidur atau tidak selama hidupnya..

Pada waktu akatau keadaaan dimana ikan ikan tidak melakukan aktivitas atau dalam kondisi penghematan energi maka ikan dikatakan sedang “istirahat” atau bahkan kita sebut ikan sedang “tidur”, walaupun istilah “tidur”nya ikan bebeda dengan binatang darat lainnya.

ikan-ikan seperti bass (jenis kakap) dan pearch (jenis siklid) melakukan istirahat pada atau dibawah kayu gelondongan pada malam hari. Sedangkan ikan-ikan karang aktif pada siang hari dan bersembunyi atau istirahat diantara celah-celah karang untuk menghindari pemangsaan ikan lain pada malam hari.

Golongan ikan yang tidak punya kelopak mata seperti zebrafish, para pakar meragukan apakah ikan ini tudur atau tidak sama sekali. Namun hasil riset terbaru yang dilakukan Emmanuel Mignot, profesor psikiatri dan ilmu tingkah laku di Universitas Stanford, AS, memperlihatkan bahwa ikan zebra butuh tidur meski hanya sebentar. Yang menarik, hasil riset yang laporannya dimuat dalam jurnal PloS Biology edisi 16 Oktober 2007 itu juga memperlihatkan adanya gejala unik, ikan bisa mengalami kesulitan tidur atau insomnia pada malam hari, khususnya ketika kehidupan biologinya dikacaukan.

Mignot dan koleganya yang memonitor ikan zebra di akurium menemukan, ketika ikan-ikan itu tertidur, ekor mereka lunglai dan menghabiskan sebagian besar malam dengan berada di dasar akuarium. Lalu, mereka memonitor pola tidur sekejap pada ikan zebra normal dan ikan zebra mutan yang fungsi reseptor hypocretin-nya dikurangi. Secara keseluruhan, tidur sebentar dari ikan zebra mutan menurun sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan ikan zebra normal. Ketika ikan-ikan mutan itu akhirnya ditidurkan, mereka hanya mampu tidur setengah waktu tidur ikan normal.

Disamping itu, ada beberapa jenis ikan yang melakukan siklus tidur tahunan yang kita sebut hibernasi yaitu metabolisme tubuhnya menurun. Walaupun hibernasi tidak sama dengan yang dilakukan oleh hewan daratan (mamalian) sewaktu temperature turun pada musim dingin, tetapi aktivitas metabolismenya meningkat, mereka berada dalam kondisi seperti pingsan dan berhenti makan. Biasanya ikan ini menguburkan diri di dasar kolam.

Ada jenis ikan ikan yang melakukan proses tanpa makan dan minum pada musim kering untuk melindungi diri dari kekeringan, Ikan paru-paru misalnya, menguburkan dirinya di dalam lumpur dan bertahan hidup selama musim kering dengan cara membentuk kokon di bagian dasar rawa atau sungai. Ada lagi sejenis ikan goby di Sungai Gangga yang menguburkan dirinya di lumpur pada musim panas dan hanya memnuculkan sedikit ekornya agar menyentuh air. Diperkirakan dari bagian ekor inilah dia bernafaas selama “tidur”nya.

Peneliti Loka Riset Budidaya Ikan Hias Depok bersama peneliti dari IRD_Prancis melakukan pengamatan gerak dan migrasi ikan botia di alamnya (in situ) di Sungai Musi. Induk Botia yang ditangkap di suatu lubuk (cekungan dalam di tengah sungai) diberi tanda dengan sebuah transfer radio, dipantau dengan radio penerima. Induk-induk itu dilepas 10 km dari lubuk tempat dia ditangkap. Ternyata induk-induk itu kembali ke tempat semula dan melakukan perpindahan hanya dalam jarak deklat dan selalu kembali ke lubuk tersebut. Di dalam lubuk itu, diamati aktifitasnya selama 24 jam terus menerus. Hasilnya memperlihatkan bahwa pada siang hari ikan aktif mencari makan keluar dari lubuk dan pada sore dan malam hari, tinggal di lubuk. Pada tengah malam hingga menjelang fajar, ikan tersebut tidak melakukan aktifitas, diduga mereka diam saja di daasar lubuk yang diartikan tidur. Pemantuan berikutnya menunjukan hal yang sama, hal inilah yang membuktikan bahwa ikan sebenarnya tidur.

Aku sendiri pernah mengamatinya.. Buktinya, sempet aku foto saat ikan Oskar peliharaanku “tidur”.

Sumber:
Majalah d’fishes No 16 Februari 2009.
http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=8361

Tidak ada komentar:

Posting Komentar