Bagaimana kawasan yang cocok untuk tambak?
Kawasan yang cocok untuk tambak adalah di daerah pesisir, lebih tepatnya di zona intertidal. Daerah pesisir merupakan kawasan yang masih terpengaruh oleh kondisi daratan dan lautan. Kawasan pesisir sendiri terbagi atas dua wilayah, yaitu zona intertidal dan zona supratidal. Definisi zona intertidal adalah daerah/ kawasan yang masih terpengaruh oleh pasang surut air laut. Kawasan ini biasanya dijumpai ekosistem mangrove, maupun estuarine (muara) sedangkan zona supratidal adalah kawasan yang masih termasuk ke dalam pesisir namun kawasan ini sulit dijangkau air. Berikut gambarannya:
Laut
--------------------------------------------------------------------------------------------~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ garis pantai
--------------------------------------------------------------------------------------------
~ ~ ~ ~ ~ zona supratidal ~ ~ ~ ~ ~
ket : area yang berada diantara dua garis merah disebut dengan zona intertidal
So, mana yang baik?? Dari hasil diskusi di kelas, ternyata keduanya bagus, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut penjelasannya:
Zona intertidal: zona ini mudah untuk mengisi air namun sulit untuk membuangnya. Wajar saja, sebab daerah ini masih terpengaruh oleh pasang surut air laut, sehingga ketika air laut pasang, tambak dapat langsung terisi oleh air laut. Namun kelebihan ini bisa juga menjadi kelemahan, sebab, saat membuang airnya, akan mengalami kesulitan. Bisa saja air yang dibuang tersebut dapat masuk kembali. Padahal kan tujuannya untuk membuangnya kembali ke laut. Nah, perlu teknologi dan pemikiran yang efektif untuk membuang air ini. Zona ini biasanya digunakan untuk sistem budidaya ekstensif. Lalu, apakah tidak memungkinkan, bila dilakukan system budidaya intensif di lokasi ini? Mungkin saja, begitu penuturan Pak Sus, untuk menjadikan kawsan ini sesuai untuk diterapkan system budidaya intensif, perlu adanya ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai green belt. Begini gambarannya:
Laut
--------------------------------------------------------------------------------------------~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ garis pantai
~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~"~""~"~"~"~"~"~"~"~"~"~" green belt
--------------------------------------------------------------------------------------------
~ ~ ~ ~ ~ zona supratidal ~ ~ ~ ~ ~
Oia, menurut Kepres No. 32 Th. 1990, jarak tambak dari garis pantai ke tambak adalah 130 x pasang tertinggi (m).
Selain itu, perlu diperhatikan pula bahwa pemilihan lokasi pembuatan tambak di zona intertidal ini rawan akan kerusakan lingkungan, sebab untuk membuat suatu tambak, maka akan mengonversi sebagian ekosistem mangrove. Padahal mangrove tersebut memeiliki beberapa fungsi ekologis, seperti:
1. Untuk mengurangi angin pantai
2. Pemecah gelombang
3. Penahan tsunami
4. Nursery ground
Ada beberapa alasan konversi hutan mangrove tersebut tetap dilakukan:
1. Adanya pasang surut, sehingga memudahkan akses mendapatkan air, daripada di zona supratidal (di belakang kawasan mangrove) memerlukan cost yang besar.
2. Struktur dan kondisi tanah bekas mangrove yang berupa lempungan cocok utuk tambak.
3. Tingkat kesuburan tinggi, sehingga mudah dalam menumbuhkan plankton daripada menggunakan tanah pasiran
Namun kelemahan mengonversi mangrove menjadi lahan tambak yaitu kondisi tanah yang asam, sehingga memerlukan beberapa perlakuan untuk membuat tanah tersebut cocok digunakan untuk tambak. Salah satu sebab tanah mangrove bersifat asam karena kandunga pirit yang besar.
Kembali lagi ke bahasan utama, mengenai daerah pesisir, selanjutnya dibahas mengenai zona supratidal.
Zona supratidal: zona ini mudah untuk membuang air, dengan cara membuka pintu air keluar saaja. Namun sulit untuk mengisinya kembali. Sebab air pasang tidak menjangkau kawasan ini. Oleh karena itu memerlukan pompa untuk mengisi tambak. Sehingga akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi. Kawasan ini cocok untuk usaha budidaya intensif maupun semi intensif. Penting untuk diperhatikan bahwa pembuatan tambak di kawasan ini rawan akan konflik sosial dengan masyarakat, seperti konflik perebutan lahan untuk membangun sawah, ladang, maupun kebun, atau kegiatan bercocok tanam lainnya.
Bagaimana pendapatmu mengenai pengembangan tambak plastik di lahan berpasir??
Saya sih setuju saja dengan hal tersebut. Dimana selama ini lahan berpasir merupakan kawasan marginal yang tidak subur dan tidak terpakai. Dengan pemanfaatan lahan pasir sebagai tambak, akan meningkatkan nilai guna dari lahan pasir tersebut. Yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat sekitar dengan menjadi petambak di lahan pasir tersebut. Namun yang perlu diperhatikan adalah teknologi dalam budidaya yang dilakukan. Sebab menurut Boyd, seperti yang dikutip oleh Pak Sus, bahwa sebenarnya lahan pasir tidak cocok untuk budidaya ikan sebab sifat pasir yang mampu melewatka air, (tidak mampu menampung air) atau akan terjadi rembesan air pada lahan budidaya yang pada akhirna akan mempengaruhi kegiatan budidya. Namun demikian, saat ini banyak diupayakan budidya ikan di lahan pasir dengan menggunakan plastic/ terpal. Seperti yang dilakukan oleh pembudidya ikan lele sukses yang pernah aku kunjungi sebagai tempat magang, yaitu Pak Wagiran , pembudidaya ikan lele di Kulon Progo, yang menerapkan budidaya ikan lele di lahan pasir menggunakan terpal. Untuk ontoh budidya ikan di tambak sendiri sih, q belum menemukannya. Mungkin mau ada yang berbagi….???
hmmm mengingatkan saya akan, pernytaan kawan saya yang sering bercerita tentang OCEANOGRAFI
BalasHapussemoga bs bermanfaat..
BalasHapus